Deprecated: Function Elementor\DB::is_built_with_elementor is deprecated since version 3.2.0! Use Plugin::$instance->documents->get( $post_id )->is_built_with_elementor() instead. in /home/creativy/web/dikaradiamond.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 5379

Dikara Diamond

Mengenal Batu Berlian Lebih Dekat

Batu Berlian menjadi salah satu batu permata yang paling banyak dipilih untuk menghiasi perhiasan maupun pemanis dari cincin kawin. Berlian juga memiliki kilau yang membuat si pemakai tampak elegan.

Tidak ada bentuk perhiasan lain yang dapat menyatakan dengan kuat perasaan cinta selain cincin berlian. Langka, berharga dan tidak dapat hancur; kualitas-kualitas tersebut membuatnya mendapatkan status sebagai simbol dari cinta yang hebat, romantis dan komitmen.

Banyak filosofi berlian yang datang dari seluruh dunia. Mitologi Yunani percaya bahwa api yang terdapat didalamnya membiaskan api abadi dari cinta. Romawi kuno menyatakan bahwa berlian adalah air mata dewa. Bagi Hindu, berlian adalah jimat keberuntungan yang menjaga seseorang dari sakit, kemalingan dan kekuatan jahat.

Bagi sebagian yang lain, berlian adalah batu alam yang bisa menyembuhkan dan memberikan pengetahuan – jimat kekuatan dan kesucian. Sebelumnya hanya sebatas dipakai keluarga kerajaan dan orang-orang kaya, sekarang berlian adalah perhiasan yang dapat diakses siapa pun.

Kebahagiaan, indah dan dicintai adalah perasaan yang wanita rasakan ketika di berikan cincin tunangan. Cincin berlian juga dipakai dengan bangga sebagai simbol komitmen, pengabdian, selebrasi, kemakmuran dan cinta. Tidak ada yang dapat mengalahkan keindahan berlian berada di tangan pemakainya.

Sejarah Batu Berlian

Pada umumnya berlian berusia miliaran tahun lamanya –pada beberapa kasus dapat berumur hingga 3 miliar tahun lamanya. Walaupun terbentuk dari jarak 100 mil di bawah permukaan bumi, berlian dapat ditemukan dengan bantuan letusan gunung berapi.

Karena susunan atom pada berlian yang sangat padat, beberapa senyawa dapat merusak warnanya kecuali boron dan nitrogen. Selain berlian alami, juga terdapat berlian sintetis dan imitasi yang dibentuk dengan bantuan manusia.

Berlian sintetis dapat di bentuk dengan karbon murni tingkat tinggi di bawah tekanan dan temperatur ekstrem atau dari gas hidrokarbon oleh deposisi uap kimia (CVD).

Berlian imitasi juga bisa di bentuk dari materi seperti cubic zirconia dan karbit silikon. Berlian alami, sintetis dan imitasi dapat di bedakan menggunakan teknik optik atau tingkat penyaluran panas.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top
Kirim
Halo Kak, saya ingin tanya-tanya prosedur custom perhiasan Dikara Diamond, bisa dibantu?